Haji & Umrah | -

Sabtu, 10 April 2010 - 22:21:38 WIB
Raja Malaysia Setuju Larangan Sebutan Allah digunakan Non-Muslim
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Artikel Islami - Dibaca: 1036 kali

Raja Malaysia pada hari Ahad (19/1/2014) memberikan pernyataan dukungan untuk putusan pengadilan yang melarang non-Muslim menggunakan kata Allah untuk menyebut Tuhan.

Sultan Abdul Halim Mu adzam, yang berperan sebagai kepala negara seremonial, menyinggung isu yang telah menimbulkan pertanyaan atas hak-hak minoritas selama pidato ulang tahunnya untuk negara Asia Tenggara tersebut.

Sebuah pengadilan Malaysia pada bulan Oktober memutuskan bahwa kata Allah eksklusif untuk mayoritas umat Islam Melayu, membalikkan keputusan sebelumnya yang mengizinkan sebuah surat kabar Katholik untuk menggunakan kata Allah dalam edisi bahasa Malaysia.

Putusan pengadilan tersbut sejak itu telah mendorong para pemimpin Muslim menyerukan demonstrasi terhadap orang Kristen bengal yang tidak mau mematuhi putusan tersebut. Umat Kristen di Malaysia sendiri hanya berjumlalh 9 persen dari 29 juta penduduk Malaysia.

“Dalam konteks masyarakat majemuk, kepekaan agama terutama yang berkaitan dengan Islam sebagai agama federasi harus dihormati,” kata Sultan Abdul Halim dalam pidato yang dirilis oleh berita negara Bernama.

“Kebingungan dan kontroversi dapat dihindari jika ada kepatuhan terhadap ketentuan hukum dan putusan pengadilan.” ujarnya.

Polisi Malaysia sedang menyelidiki seorang pastor Katolik di bawah undang-undang penghasutan karena bersikeras kata Allah dapat digunakan oleh non-Muslim dalam bahasa Melayu, bahasa nasional negara itu.

Sultan Abdul Halim adalah salah satu dari sembilan sultan yang bergantian setiap lima tahun untuk bertugas sebagai kepala negara.

Meski raja memiliki kekuasaan terbatas, ia dianggap sebagai pembela agama Islam dan sangat dihormati oleh Muslim Melayu yang jumlahnya mencapai 60 persen dari populasi.

Sultan telah menjadi semakin vokal menyuarakan peran mereka dalam membela Islam di negara yang juga memiliki populasi minoritas Kristen, Budha dan Hindu.

Mereka memiliki wewenang untuk menunjuk para ulama dan menginstruksikan polisi agama untuk menjaga agama (Islam-Red) di negara-negara Malaysia yang mereka kepalai.

Awal bulan ini otoritas keagamaan di negara bagian Selangor menyita lebih dari 300 Injil Melayu dari sebuah kelompok Kristen, mengatakan mereka bertindak atas dekrit oleh Sultan bahwa negara melarang non-Muslim dari menggunakan kata Allah.




    comments powered by Disqus

    Agenda Umrah & Haji

    Polling

    Statistik User

    Kurs BCA Hari Ini

    Pencarian

    Sekilas Info

    Download

    Advertising

     

    Copyright © 2014 | Ibadahumrah.com | All rights reserved.