Haji & Umrah | -

Sabtu, 11 Februari 2012 - 01:14:45 WIB
Tanggal 1 Februari Lalu World Hijab Day Mengguncang Amerika Serikat
Diposting oleh : Administrator
Kategori: test - Dibaca: 1342 kali

World Hijab Day atau Hari Hijab Sedunia yang mulai diperingati pada 1 Februari 2013 mulai menuai hasil, adalah buah pikiran Nazma Khan seorang gadis Muslim berkebangsaan Amerika Serikat (AS) yang mengguncang dunia.

Nazma Khan berani menyuarakan kebebasan ditengah gejolak sekulerisme di AS. Melalui gerakan World Hijab Day yang akan selalu diperingati pada 1 Februari setidaknya telah menjadi hari penting bagi para muslimah untuk kewajibannya menggunakan jibab sesuai tuntunan syariat Islam.

Di AS, 1 Februari dalam peringatan World Hijab Day atau Hari Jilbab Sedunia, telah menarik simpati lebih dari 1 juta orang terdiri dari Muslimah, uniknya World Hijab Day ini pun diikuti oleh wanita non-Muslim yang turut serta bergabung.

Pendapat Warga Dunia Terkait World Hijab Day

"Saya tidak terlatih menggunakan apa yang Anda sebut sebagai jilbab, anda tinggal memasukkannya ke kepala Anda. Namun saya menemukan bahwa jangkauannya sangat luas. " ujar Jess Rhodes, 21 tahun, seorang mahasiswi dari Norwich Inggris.

Jess Rhodes sangat ingin mencoba penutup kepala, tetapi sebagai seorang non-Muslim, dia tak pernah berpikir bahwa itu merupakan sebuah pilihan.

Jadi ketika temannya memberikan peluang untuk memakai jilbab, dia menyanggupinya. "Dia meyakinkan saya bahwa saya tidak perlu menjadi Muslim, ini hanya soal kesopanan, meskipun dikaitkan dengan Islam, jadi saya pikir, mengapa tidak?"

Rhodes merupakan salah satu dari ratusan non-Muslim yang akan menggunakan jilbab dalam peringatan pertama Hari Hijab Sedunia pada 1 Februari.

Jejaring sosial
Peringatan yang diorganisasi oleh seorang perempuan asal New York, Nazma Khan, dan disebarkan melalui situs jejaring sosial ini telah menarik perhatian Muslim dan non-Muslim di lebih dari 50 negara di seluruh dunia.

Bagi banyak orang sekuler dan liberal yang apatis pada simbol ketundukan pada syariat Allah, hijab merupakan simbol penindasan dan perbedaan, dan menjadi perdebatan mengenai Islam di negara-negara Barat.

Hari Hijab Sedunia dirancang untuk meredakan kontroversi itu, dan mendorong perempuan non-Muslim (atau perempuan Muslim yang tidak menggunakannya) untuk menggunakan dan mengalami seperti apa menggunakan jilbab, sebagai bagian dari upaya untuk saling memahami.

Khan tidak menyangka akan mendapatkan dukungan dari seluruh dunia. Dia mengatakan telah dihubungi oleh puluhan orang dari berbagai negara, termasuk Inggris, Australia, India, Pakistan, Perancis, dan Jerman. Informasi mengenai kelompok ini telah diterjemahkan ke dalam 22 bahasa.

Melalui jejaring sosial ini, Jess Rhodes terlibat. Rekannya, Widyan Al Ubudy, tinggal di Australia dan meminta teman Facebook-nya untuk ikut terlibat.

Esther Dale (28), yang tinggal di negara bagian California, AS, merupakan seorang perempuan non-Muslim lain yang mencoba menggunakan jilbab pada hari ini.

Ibu dari tiga anak ini diberi tahu oleh seorang temannya yang merupakan seorang hijabi.

Sebagai penganut Mormon, Dale paham pentingnya keyakinan dalam kehidupan sehari-hari, dan tuduhan yang didapat karena pakaian yang dikenakan. Dia mengetahui stigma terhadap penutup kepala dan berharap kesempatan ini dapat digunakan untuk menghapusnya. (berbagai sumber)




comments powered by Disqus

Agenda Umrah & Haji

Polling

Statistik User

Kurs BCA Hari Ini

Pencarian

Sekilas Info

Download

Advertising

 

Copyright © 2014 | Ibadahumrah.com | All rights reserved.