Haji & Umrah | -

Minggu, 17 April 2016 - 15:11:20 WIB
Allah Memiliki Sifat Sifat dan Nama Nama yang Ditetapkan oleh Allah Sendiri dan NabiNya
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Artikel Islami - Dibaca: 489 kali

Dalam kitab I’tiqad A-immah Ahlil Hadits, Abu Bakar Ahmad bin Ibrahim Al Isma’ili rahimahullahu ta’ala menyebutkan beberapa di antara pokok keyakinan ahlus sunnah wal jamaah.

Ketahuilah, semoga Allah memberikan rahmat kepada kita semua, bahwa mazhab ahlul hadits, ahlu sunnah wal jama’ah, adalah menetapkan iman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya. Ahli hadits menerima segala yang difirmankan dalam Kitab Allah dan segala riwayat yang shohih dari Rasulullah, sehingga tidak ada celah bagi mereka untuk berpaling dan menolak keduanya. Hal ini disebabkan keadaan mereka yang diperintahkan untuk selalu mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, terdapat hidayah untuk mereka. Di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah pula, mereka mendapati persaksian tentang Nabi mereka yang telah memberikan petunjuk menuju ash-shiroth al-mustaqim dan yang telah memberikan peringatan untuk menjaga diri-diri mereka dari fitnah serta azab yang sangat pedih.

Ahli hadits meyakini bahwa Allah ta’ala diseru dengan menggunakan segenap nama-namaNya yang paling baik dan disifati dengan sifat-sifatNya yang telah ditetapkan oleh Allah sendiri. Allah ta’ala menyifati diriNya dengan sifat-sifat dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyifati Allah dengan sifat-sifat.

Allah telah menciptakan Adam dengan tanganNya. Kedua tangan Allah terbentang—Allah memberikan rezeki kepada siapa saja yang dikehendakiNya—tanpa mem-bagaimana-kannya [bertanya bagaimananya atau membayangkan bagaimana kedua tangan Allah].

Dan Allah ber-istiwa’ di atas Arsy, tanpa mem-bagaimana-kannya. Sebab Allah ber-istiwa’ di atas Arsy tanpa menyebutkan bagaimana ber-istiwa’-Nya.

Allah adalah penguasa semua makhluk. Dia menciptakan mereka semua tanpa ada satu pun kebutuhan dalam dan dari penciptaan tersebut. Bukan pula karena makna “Allah diibadahi sampai Allah menciptakan mereka”.

Akan tetapi, Allah-lah yang berbuat sesuai kehendakNya dan menghukumi sesuai kehendakNya. Allah tidak akan ditanya tentang semua yang telah diperbuatNya. Justru makhluk akan ditanya tentang semua yang telah diperbuat oleh mereka.

Allah diseru dengan nama-namaNya dan disifati dengan sifat-sifatNya yang telah ditetapkan oleh Allah sendiri serta yang telah dinamakan dan disifatkan oleh NabiNya. Tidak ada satu pun yang dapat membuat Allah lemah di muka bumi. Tidak pula di ufuk langit.

Allah tidak disifati dengan segala bentuk kekurangan, aib dan cela. Sebab Allah maha suci dari semua bentuk kekurangan tersebut.

Allah menciptakan Adam dengan tanganNya. Kedua tangan Allah terbentang. Allah memberikan rezeki kepada siapa pun yang dikehendakiNya tanpa mem-bagaimana-kan kedua tanganNya. Sebab, tidak dijelaskan di dalam Al Qur-an tentang bagaimana kedua tangan Allah.

Dan tidak pernah diyakini oleh ahlul hadits bahwa Allah memiliki bentuk-bentuk tubuh dan sifat-sifat anggota tubuh yang sama dengan makhluk-makhlukNya, baik panjang, lebar, tebal, tipis atau pun yang semisal dengan makhluk. Sungguh, tidak ada satu pun yang semisal dengan Allah. Rabb kitalah yang memiliki keperkasaan dan kemuliaan. Maha suci Allah.

Sumber: Muhammad bin Abdurrahman Alu Khumais (Ed). I’tiqad A-immah Ahlil Hadits lil Imam Abi Bakr Al Isma’ili. 1416H/1995M, halaman 34-36.




    comments powered by Disqus

    Agenda Umrah & Haji

    Polling

    Statistik User

    Kurs BCA Hari Ini

    Pencarian

    Sekilas Info

    Download

    Advertising

     

    Copyright © 2014 | Ibadahumrah.com | All rights reserved.