Aku dan anakku sholeh (4 | Habis)

Dengan memahami artikel 1, 2 dan 3, jangan lagi terjebak hanya mendidik anak kandung kita. Marilah kita produksi sebanyak mungkin anak sholeh, dimanapun berada dan anak siapapun yang kita jumpai. Jadikan mereka investasi nyata, yang menemani dalam tidur panjang kita nanti. Dengan demikian, harapan anak kita bergaul dengan anak sholeh semakin besar. Atau, bila semua

Aku dan anakku sholeh (3)

Betapa indahnya bila tidur panjang kita, mengalir doa dari orang yang kita andil membuat dirinya sholeh. Entah dulunya anak jalanan, anak tetangga, apalagi anak kandung kita. Ingat: anak tidak lagi dibatasi anak kandung. Sehingga, begitu luas dan terbuka lebar, kita bisa mencetak banyak anak-anak Sholeh. Waladun Sholihun YAD’ULAHU atau Anak Sholeh YANG MENDOAKANNYA. Indikator sholehnya

Aku dan anakku Sholeh (2)

”Apabila ANAK ADAM mati, terputus amalnya, kecuali (amal) tiga ini: Sedekah……., Ilmu….., dan ANAK SHOLEH yang mendoakanNYA.” (HR Muslim:1631). Betapa indahnya bila amal kita terus mengalir menemani tidur panjang sampai kebangkitan datang. WALADUN SHOLIHUN atau ANAK SHOLEH.   Siapa ANAK, atau WALADUN itu?. Bila dimaknai anak keturunan kita, bagaimana kalau ditaqdirkan tidak memiliki anak? Suami

Aku dan anakku sholeh (1)

”Apabila anak Adam mati, terputuslah amalnya, kecuali (amal) tiga ini: Sedekah jariyah, Ilmu yang bermanfaatkan, dan anak sholeh yang mendoakannya.” (HR Muslim:1631) SHOLEH = BAIK. Anak Sholeh = Anak Baik. Tetapi Bahasa Indonesia tak mampu menjangkau maksud kata BAIK. Karena Dalam bahasa Arab ada beberapa tingkatan yang disebut BAIK: Pertama THOYYIB, artinya baik dalam hal